Minggu, 02 November 2014

Peluang Bisnis Herbal Reaksi Cepat

Unruk para calon pengusaha herbal reaksi cepat dimanapun berada, di postingan kali ini saya akan memberi solusi bagaimana untuk mempertahankan kesehatan fisik dan batin atau rohani anda, karena orang yang cerdas secara spiritual tidak hanya cerdas secara batiniah saja melainkan harus sehat juga secara fisik maupun finansial, oleh karena itu tiar solution group melakukan kerjasama bisnis dengan ayobisnisherbal.com untuk menyediakan produk herbal reaksi cepat yang berkualitas tinggi dan sistem bisnis yang memberikan kemudahan dan keuntungan yang menjanjikan kepada setiap mitra yang bergabung bersama kami, produk yang kami tawarkan ialah habatusauda, propolis, madu, dan berbagai produk herbal berkualitas lainnya, yang khasiatnya sudah teruji secara empiris dapat meningkatkan daya tahan tubuh, daya ingat, dan kecerdasan yang membantu proses belajar menjadi jauh lebih mudah cepat dan efektif. Kami memberikan tawaran special kepada sahabat tiar solution yaitu hanya dengan Rp200.000 anda sudah tergabung menjadi member kami plus dapat 2 pack free minuman herbal langsung di kirim kerumah anda. keuntungan jika anda telah bergabung bersama kami dapat di lihat di http://www.ayobisnisherbal.com/home.php?id=geniustiar

Hasil Riset dan Khasiat Spirulina

Protein
Spirulina megandung protein dengan jumlah yang luar biasa tinggi, antara 55% dan 77% dari berat kering, tergantung pada sumbernya. Ini adalah protein lengkap, mengandung semua asam amino esensial , meskipun jumlah metionin, sistein, dan lisin yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan protein daging, telur dan susu. Namun demikian, jauh lebih unggul dibandingkan dengan tanaman khas protein, seperti yang kacang-kacangan.
Asam lemak esensial
Spirulina kaya asam gamma-linolenat (GLA), dan juga asam alfa-linolenat (ALA), asam linoleat (LA), asam stearidonic (SDA), asam eicosapentaenoic (EPA), asam docosahexaenoic (DHA), dan asam arakhidonat (AA).
Vitamin
Spirulina mengandung vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (nicotinamide), B6 (pyridoxine), B9 (asam folat), vitamin C, vitamin D, vitamin A, dan vitamin E.
Mineral
Spirulina kaya akan kalium, dan juga mengandung kalsium, kromium, tembaga, besi, magnesium, mangan, fosfor, selenium, natrium, dan seng.
Pigmen Fotosintesis
Spirulina mengandung banyak pigmen, termasuk klorofil-a, xantofil, beta-karoten, echinenone, myxoxanthophyll, zeaxanthin, canthaxanthin, diatoxanthin, 3′-hydroxyechinenone , -cryptoxanthin beta dan oscillaxanthin, ditambah phycobiliproteins c-phycocyanin dan allophycocyanin.
SPIRULINA adalah tumbuhan mikroakuatik tertua didunia yang memiliki kandungan fitronutrien paling lengkap. Kandungan nutrisinya lebih dari 100 zat gizi, hingga dijuluki sebagai makanan super ‘Super Food’. Keistimewaan tumbuhan bersel satu ini jika diamati dibawah mikroskop terlihat sangat kecil berbentuk spiral dengan empat pigmen warna alami yaitu : pigmen hijau (kaya kandungan klorofil sebagai antioksidan), pigmen biru (kandungan phycocyanin zat anti kanker), pigmen jingga (karotin untuk sistem immun), pigmen kuning (Zeaxantin untuk nutrisi otak dan mata).
Spirulina memiliki daya detoksifikasi duakali lebih kuat dari klorofil. Kandungan Phycocyanin dalam Super Food ini selain sebgai anti kanker juga berkhasiat meningkatkan kemampuan tubuh dalam memproduksi sel darah putih serta membantu membangun sistem kekebalan tubuh baik humoral maupun sellular. Badan pangan dan kesehatan dunia (FAO dan WHO) merekomendasikan Spirulina sebagai Suplemen Ideal masa depan yang paling aman.
7 Fakta Tentang SPIRULINA:
1. Sebagai detoksin dan antioksidan terkuat (2x lebih kuat dari klorofil). karena mengandung empat pigmen alami yaitu hijau/antioksidan, biru/antikanker, jingga/penguat sistem immun, kuning/nutrisi otak dan mata.
2. Kandungan protein sehat 12x lebih banyak dari protein daging ayam dan sapi.
3. Vitamin C-nya 500x lebih banyak dari buah jeruk.
3. 80% komposisi otak adalah lemak, Spirulina sebagai nutrisi otak mengandung asam lemak gamma-linolenat (GLA) tertinggi setelah ASI.
4. Memiliki kemampuan membangun kembali jaringan sel saraf di otak dan seluruh tubuh.
5. Secara adiktif dapat menjinakan sel tumor dan kanker.
6. Sebagai “makanan paling ideal” bagi tubuh manusia.
7. Melindungi tubuh dari efek negatif racun pestisida, rokok, logam berat dan racun-racun lingkungan lainnya, terutama kandungan racun yang tidak dapat dihindari dari bahan makanan.
Inilah fakta penelitian ilmiah tentang Spirulina, yang telah menyokong pengobatan bagi jutaan penderita sakit degeneratif di berbagai belahan dunia:
- Ganggang laut telah digunakan dan diandalkan masyarakat cina ribuan tahun yang lalu untuk pengobatan berbagai penyakikt termasuk Liver, jantung, maag kronis dan ginjal.
- Di Harvard Medical School- Amerika, Dr. Hills menggunakan “Phycocyanin” yang diekstrak dari spirulina untuk terapi kanker mulut. Hasilnya..?? studi tersebut membuktikan secara konklusif bahwa spirulina dapat mencegah dan menyembuhkan kanker.
- Bahkan pada april 1996, ilmuwandari Harvard Medical School melakukan penelitian dan menyatakan bahwa air dari ekstrak Spirulina menghambat replikasi sel virus HIV penyebab penyakit AIDS yang mematikan. Sejumlah kecil ekstrak Spirulina mampu mengurangi replikasi sel HIV, sementara konsentrasi yang lebih tinggi benar-benar bisa menghentikan replikasi virus HIV-AIDS.
Kandungan istimewa Spirulina:
Chlorofil: Detoksifikasi & menambah eritrosit
Phycocyanin: Anti virus, anti radang, anti kanker
Zeaxanthin: Antioksidan, nutrisi mata & otak
Alfacaroten: Antioksidan, Anti tumor
Betacaroten: Sistem immun, nutrisi mata & vitamin A paling aman
Super Oxide Dismutase (SOD): Anti radikal bebas
Asam lemak Esensial: Melebarkan pembuluh darah, Anti radang, pengencer darah
SPIRUNA
Komposisi: Spirulina 100%
Direkomendasikan untuk: Memelihara Kesehatan/ Detoksifikasi

Over view spirulina

Singkat kata thallophyta-tumbuhan tanpa akar, batang, dan daun sejati-itu mampu mendongkrak kekebalan tubuh. “Jika daya tahan tubuh meningkat, mengurangi serangan penyakit. Bila daya tahan tubuh rendah, sel darah putih tak mampu melawan penyebab penyakit,” ujar dr Oetjoeng Handajanto.
BANYAK CARA
Selain bersifat preventif, spirulina pun dapat digunakan sebagai terapi kuratif untuk mengatasi beragam penyakit. Menurut Yana Maolana Syah MS PhD, peneliti bahan alam Institut Teknologi Bandung, spirulina mempunyai komponen yang khas bernama oligosakarida. “Ternyata oligosakarida menjadi antivirus, antitumor, dan mencegah penyebaran kanker,” ujar doktor Kimia alumnus University of Western Australia itu.
Bagaimana spirulina mengatasi sel kanker? Itu lantaran spirulina mampu menghasilkan faktor alfa seperti disampaikan Ali Khomsan. Alfa zat kimia yang tokcer menggempur sel tumor. Mekanisme lain, lantaran tumbuhan itu mengandung polisakarida yang mampu memperbaiki sintesis kode gen deoxynucleutide acid (DNA). Spirulina juga meningkatkan aktivitas enzim inti sel sehingga membuat DNA dalam kondisi baik dan sehat.
Dokter Oetjoeng menuturkan pada kasus kanker, spirulina berperan mengatrol pH darah. Harap mafhum, tingkat keasaman darah penderita kanker amat rendah 5,7-6,5. Padahal, idealnya pH darah 7,3. “Bila pH darah turun terus, darah kehabisan oksigen dan berakibat kematian,” ujar dokter berusia 55 tahun itu. Spirulina dapat meningkatkan pH darah lantaran bersifat basa.
Sel kanker memang dipicu oleh makanan yang bersifat asam seperti daging, telur, dan soda. Konsumsi berlebihan makanan bersifat asam menyebabkan oksigenasi darah menurun. Akibatnya, tubuh lemas, lesu, dan capai. Tubuh cuma memerlukan makanan asam 20%; basa, 80%. Keistimewaan spirulina tak cuma itu.
Dalam khazanah pengobatan cina, hai zao alias spirulina segar bersifat dingin dan asin. Bahan bersifat asin berfungsi melunakkan atau menghancurkan. “Oleh karena itu bagus diberikan untuk penyakit yang mengalami pembengkakan atau benjolan di tubuh, termasuk tumor dan kanker. Bengkak itu biasanya panas sehingga diobati dengan bahan yang bersifat dingin,” ujar William Aditeja, dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine.
Menurut Wahyu Suprapto, herbalis sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dalam pengobatan cina ada 2 gejala penyakit: yin dan yang. Jika seseorang dalam kondisi yang diberi obat bersifat yang dan kondisi yin diberi obat yin, justru makin sakit. “Spirulina itu mempunyai karakteristik yin, jadi cocok untuk orang dengan gejala yang,” ujarnya. Penyakit dengan gejala yang-cenderung ingin sesuatu yang dingin-contohnya diabetes. Namun, ada pula kencing manis bertipe yin ditandai dengan kerap berurine.
MAKANAN
Spirulina kini banyak dikonsumsi dalam bentuk bubuk, cair, dan tablet. Itu hasil olahan beberapa spesies spirulina yang telah diteliti khasiatnya oleh berbagai perusahaan. Sekadar menyebut contoh PT Diamond Interest merilis merek Spirulina, PT Elken Internasional Indonesia (Elken Spirulina), PT K-Link Indonesia (Larutan Organik Spirulina), PT Luxor Inma (Spirulina Pasifica), PT Pentamas Adhika Lestari (Spirumate), PT Surya Pagoda Mas (Revita), dan PT Ultratrend Biotech (Spiruplus).
Hingga saat ini di Indonesia belum terdapat pembudidayaan spirulina. Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, periset spirulina, perairan Indonesia-tawar, payau, dan laut-potensial untuk pengembangan ganggang hijau-biru. Syaratnya antara lain pH 8, 5-11, bersih, dan bebas polusi. Lagi pula tumbuhan itu amat adaptif di berbagai kondisi perairan.
Lokasi budidaya spirulina umumnya di mancanegara seperti Amerika Serikat dan Cina. Hasil panen berupa spirulina cair diolah dengan teknologi pengeringan beku untuk mencegah oksidasi terhadap betakaroten dan asam lemak lain. Bahan bubuk itulah yang diolah menjadi kapsul, serbuk, atau cairan spirulina. Produk mereka itu kini merambah pasar dan menjadi harapan kesembuhan bagi para pasien.
Memang banyak bukti empiris khasiat spirulina mengatasi beragam penyakit. Meski begitu, produsen dan para dokter tetap mengklaim spirulina bukan obat, tapi makanan fungsional. “Spirulina memang tidak mengobati, tubuh memperbaiki diri sendiri,” ujar dokter Oetjoeng. Ia menganalogikan montir bila gagal menemukan onderdil, mobil tetap rusak dan tak dapat berjalan. Onderdil bagi tubuh adalah makanan, spirulina “onderdil” yang amat lengkap lantaran memberikan semua yang dibutuhkan tubuh.
Namun, menurut dr Dadang Arief Primana SpKO, SpGK konsumsi suplemen tak perlu bila makanan sehari-hari memenuhi kategori gizi seimbang sesuai kebutuhan. “Zat-zat yang terkandung dalam spirulina sama dengan zat dalam makanan lain,” ujar dokter spesialis gizi klinis itu. Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi spirulina ketika sakit mereka tak kunjung sembuh, meski berbagai pengobatan ditempuh seperti dialami Anthony Fu yang 4 tahun mengidap lupus. Sebulan setelah rutin mengkonsumsi spirulina, kadar hemoglobin meningkat menjadi 13 gram per dl dari sebelumnya 7 gram per dl.
Ahli gizi seperti Prof Dr Ali Khomsan menuturkan, suplemen tetap diperlukan untuk menopang kecukupan nutrisi. Itu lantaran kadar nutrisi spirulina lengkap dan lebih tinggi ketimbang makanan biasa. Contoh, protein spirulina 3 kali lebih tinggi daripada daging sapi, kalsium 6 kali lebih tinggi ketimbang susu, dan zat besi 100 kali lebih tinggi daripada bayam. Kandungan senyawa aktif itulah yang membantu mewujudkan harapan kesembuhan banyak pasien.
Sumber: Majalah Trubus

Manfaat dan hasil riset propolis

Propolis dipasarkan oleh toko makanan kesehatan sebagai obat tradisional, dan klaim efek yang menguntungkan pada kesehatan manusia.
Para praktisi pengobatan alami menggunakan propolis untuk menghilangkan berbagai kondisi, termasuk radang, penyakit yang disebabkan oleh virus, bisul, luka bakar dangkal atau luka bakar.
Propolis juga diyakini untuk meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kemungkinan katarak. Peternak lebah dahulu merekomendasikan sepotong propolis disimpan dalam mulut sebagai obat untuk sakit tenggorokan. Propolis lozenges dan tingtur dapat dibeli di banyak negara. Meskipun telah diklaim bahwa propolis bermanfaat dalam mengobati alergi, propolis dapat menyebabkan reaksi alergi parah jika pengguna sensitif terhadap lebah atau produk lebah.
Beberapa klaim ini sedang diselidiki secara klinis dan beberapa studi sudah diterbitkan dalam literatur biomedis. Karena komposisi kimia propolis bervariasi tergantung pada musim, spesies lebah dan lokasi geografis, maka harus berhati-hati dalam ekstrapolasi hasil (seperti di atas).
  1. Suplementasi; mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk membangun kekebalan tubuh dan mengaktifkan kelenjar Thymus. Zat-zat tersebut adalah :
    • Semua vitamin kecuali vitamin K
    • Semua mineral yang dibutuhkan tubuh kecuali Sulfur.
    • 16 rantai Asam Amino Essensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.
    • Bioflavonoid, yaitu zat anti oksidan sebagai suplemen sel. Menurut penelitian, kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.
  2. Pengobatan alami; mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :
    • Sebagai antibiotik, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
    • Penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya : typhus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
    • Penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
    • Penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.
    • Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya : maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, lebam, luka bakar dan sebagainya.
    • Sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : kanker tumor, mium, kista dan sebagainya.
    • Sebagai Antimikroba, Tergantung pada komposisinya, propolis dapat digunakan sebagai antibiotik lokal dan antijamur yang kuat.
    • Sebagai Pelunak, Studi juga menunjukkan bahwa hal itu mungkin efektif dalam merawat kulit terbakar.
    • Sebagai Imunomodulator, Propolis juga menunjukkan efek imunomodulator.
    • Sebagai Agen Antiplaque Gigi, Propolis adalah subjek penelitian kedokteran gigi baru-baru ini, karena ada beberapa bukti bahwa propolis secara aktif dapat melindungi terhadap karies dan bentuk lain dari penyakit mulut, karena sifat antimikroba tersebut. Propolis juga dapat digunakan untuk mengobati sariawan. Penggunaannya dalam kanal debridemen untuk prosedur endodontik telah dieksplorasi di Brasil.
    • Sebagai Agen Pertumbuhan Antitumor, Menggunakan Propolis dalam menghambat tumorigenesis telah dipelajari pada tikus di Jepang.
    • Berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi atau pembuangan racun, misalnya: asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus dan sebagainya.
    • Lemak-lemak (katarak) di mata bersih dengan propolis.

Manfaat Komersial

  1. Dalam Instrumen Musik, Propolis digunakan oleh pembuat alat musik tertentu untuk meningkatkan tampilan serat kayu. Ini adalah komponen dari beberapa pernis dan telah dilaporkan digunakan oleh Antonio Stradivari.
  2. Dalam Makanan, Propolis digunakan oleh beberapa produsen permen karet untuk membuat Propolis Gum.

Pendapat Para Ahli

Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain :
  1. John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
  2. Ray Kupinsel; propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
  3. Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
  4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.
  5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
  6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
  7. Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluwarsa.
Sumber: Wikipedia dan beberapa literatur

Penyakit Berat
Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat.
Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).
Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid – obat antituberculosis – 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon γ . Interferon γ berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC.
Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.
Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri.
‘Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki kemampuan antikanker,’ tutur Eko.
Kanker
Dugaan Eko tidak meleset. Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.
Apoptosis
Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.
Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.
‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,’ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM.
Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.
Aman
Khasiat lain propolis yang sudah dibuktikan lewat riset yaitu efek antimikrobanya. Uji yang dilakukan Eko pada 2007 menunjukkan propolis mampu membunuh 26 isolat bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan serta Escherichia coli penginfeksi saluran pencernaan. Propolis dosis 10% dan 20% mampu membunuh seluruh sampel kedua jenis bakteri.
Penelitian serupa oleh Dr Jessie Pamudji di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung membuktikan efek antibakteri propolis terhadap S. aureus dan Propionibacterium acnes – biang jerawat. ‘Itu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin, dan asam kafeat,’ ujar Jessie.
Yang terpenting, riset membuktikan propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra Mulyati Sarto, MSi dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah. ‘Mencit yang diberi propolis tiap hari selama 1 bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus, tidak bermasalah,’ ujarnya.
Dosis normal yang dimaksud setara 1 sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia. Propolis baru menyebabkan kematian separuh jumlah hewan uji ada dosis di atas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot 60 kg, dosis itu setara konsumsi 0,6 kg propolis setiap hari. Artinya, keampuhan dan keamanan propolis telah terbukti.
Sumber : Majalah Trubus & beberapa literatur

Hasil Riset Khasiat Dashyat dari Habbatus sauda

Habbatus Sauda (Nigella sativa) adalah salah satu tanaman obat yang berbentuk biji hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, Mesir dan negara-negara timur tengah lainnya untuk mengobati berbagai macam penyakit. Dikenal dengan nama-nama lain seperti Jintan Hitam, Black Cumin, Black Seed, Habbatul Baraka, Kalonji dan lain-lain. Habbatus sauda termasuk dalam famili Ranunculaceae dan pada umumnya berasal dari Negara Turki dan Italia. Kemudian tanaman ini dikembangbiakkan di benua Asia, hingga banyak ditemukan di negara Pakistan dan India.

Habbatus SaudaKandungan utama biji Habbatus sauda adalah Thymoquinone (TQ), Dithymoquinone (DTQ) dan Thymol (THY). Sedangkan kandungan yang lainnya yaitu15 Asam Amino, antaralain Alanine, Arginine, Isoleucine, Lysine, Tryptophane, Thyrosine, Threonine, Asparagine, Cystine,Glycine, Glutamic Acid, Metionine dan Proline, kemudian protein, ion calsium, zat besi, ion sodium dan ion potassium.

Dari kandungan biji Habbatus sauda di atas maka tanaman ini dikenal memiliki khasiatantara lain sebagai Zat Anti oksidan, Anti Nyeri, Anti Radang, Anti Histamin, Obat penyakit Asma Bronkial dan dapat meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh.

Cara Kerja Habbatus Sauda

Melalui komponen-komponen yang terkandung di dalamnya, secara umum sifat Habbatus Sauda ketika bekerja di dalam tubuh antara lain adalah sebagai berikut:

Bersifat Medical ( mengeluarkan penyakit)
Memberikan relaksasi pada tubuh (supaya dapat beristirahat)
Bersifat Prepare (mempersiapkan perbaikan-perbaikan sel dalam tubuh)
Bersifat Refunction (Memperlambat proses penuaan)
Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, Habbatus Sauda adalah satu-satunya obat herbal yang memiliki tatanan khusus untuk menghancurkan segala macam penyakit. Sebab, setelah sel paghocytosis menelan kuman-kuman yang menyerang, ia membawa bakteri antigenic ke permukaannya, kemudian menempel dengan sel lymph, untuk mengetahui bagaimana susunan mikrobanya secara mendetil, lalu memerintahkan masing-masing sel T-lymphocytes untuk memproduksi antibodies atau sel T-spesific, khususnya adalah antigenic yang juga dibangkitkan untuk berproduksi. Dinding sel B-Lymphocytes memiliki kurang lebih 100 ribu molekul dari histamine yang saling bereaksi secara khusus dan dengan kemampuan yang tinggi dengan jenis khusus yang ditimbulkan oleh antigenic dalam mikroba. Antibodi menyatu dengan sel T- Lymhocytes, lalu bersama-sama dengan antigenic melawan mikroba, sehingga mikroba tidak dapat bekerja dan sekaligus menghancurkannya.

Dengan demikian, kekebalan itu merupakan kekebalan khusus untuk menghadapi setiap mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh. Karena, Habbatus Sauda mempunyai kekebalan spesifik yang didapat secara otomatis, yang memiliki kemampuan berbentuk histamine dan senjata sel serta pengurai khusus untuk setiap mikroorganisme asing yang masuk dan menyebabkan penyakit.

Pernyataan dari tidak adanya resiko dan efek samping dalam penggunaan Habbatus Sauda hanya bisa dipastikan apabila memenuhi hal-hal berikut :

Minyak Habbatus Sauda harus dipastikan berasal dari biji Habbatus Sauda kualitas pertama.
Pada tahap pengolahan di lahan, tanaman Habbatus Sauda berada dalam pengawasan seseorang yang ahli.
Menggunakan biji pilihan yang tidak mengandung racun.
Proses cold pressing dijamin tidak akan merusak kandungan aktif Habbatus Sauda.
Proses cold pressing harus terlindung dari terjadinya proses oksidasi, termasuk pada tahap selanjutnya (transportasi dan penyimpanan).
Memperhatikan kualitas secara pasti dari minyak Habbatus Sauda sebelum membelinya.
Efek samping dari kesalahan pada proses pengolahan yang diakibatkan karena oksidasi, dapat menimbulkan kerusakan baik pada ginjal maupun usus.
Detoksifikasi

Salah satu efek dari mengkonsumsi Habbatus Sauda adalah terjadinya proses detoksifikasi (detoks) yaitu proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita.

Ketika mengkonsumsi Habbatus Sauda, harus dipertimbangkan bahwa sintesis prostaglandin yang terjadi dalam tubuh sangat lambat dan suplai asam lemak tak jenuh harus terjadi pada waktu yang lama dan teratur. Sekurang-kurangnya 3 bulan, dan terkadang sampai 6 bulan. Bagaimanapun, apabila jika kondisi tidak membaik bahkan setelah menggunakan Habbatus Sauda dalam waktu yang lama, metabolisme yang tidak mendapatkan stimulasi yang cukup dari enzim dan kemudian mengalami proses defisiensi dan perubahan asam lemak esensial pada jaringan hormonal bisa menjadi penyebabnya.

Bahkan untuk Habbatus Sauda yang menunjukkan kualitas terbaikpun, penggunaannya mungkin bisa menghasilkan reaksi berlebih yang biasanya bersifat sementara pada pencernaan. Hal ini mungkin dapat dijelaskan melalui reaksi hebat pada bagian usus dan gejala detoksifikasi, yang sesuai dengan proses pembersihan dari zat racun dan mikroorganisme yang membahayakan. Baik pencernaan yang sangat peka maupun alergi tambahan pada pembentukan darah yang melewati batas toleran mungkin menjadi penyebabnya.

Pada laporan sebuah penelitian membuktikan, gejala detoksifikasi yang intensif mungkin dapat diamati bahwa hal ini bukan terjadi pada pencernaan tapi berpengaruh pada kulit dan selain itu dapat menyebabkan kelelahan yang sangat. Apabila terjadi gejala ini, sangat penting untuk banyak minum air mineral dan teh herbal, untuk mengurangi zat-zat asing yang ada. Jika perlu dosis penggunaannya dikurangi atau dikonsumsi tidak secara kontinyu agar terdapat selang waktu untuk pemulihan kembali bagian dalam tubuh, bukan hanya sistem kekebalannya saja tapi juga seluruh organisme yang ada di dalamnya.

Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi). Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus.

Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada di usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini. Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan antara lain:

Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
Menurunkan kelebihan berat badan.
Meningkatkan energi.
Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
Pengerutan tumor (jika ada).
Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
Memperbaiki daya ingat.
Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dsb.
Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
Meningkatkan daya tahan tubuh.
Sedangkan krisis penyembuhan yang biasa terjadi sebagai reaksi dari proses detoksifikasi antara lain :

Gejala demam atau flu
Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (sulit buang air besar). Jika terjadi sembelit, bisa dibantu dengan enema atau kolonhidroterapi atau ”cuci usus”.
Nyeri otot atau sendi
Sakit kepala atau migrain (umumnya pada perokok dan peminum alkohol)
Mual-mual atau kembung
Lesu
Banyak mengeluarkan riak atau lendir
Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah dengan kulit)
Nafas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)
Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)
Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)
Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Pada HABBATUS SAUDA ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali Al-Sam, yaitu maut”. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (10:118-119); Muslim(7:25); Ibnu Majah (2:342); Tirmidzi (2:3 pada edisi BulaQ); dan Ahmad (2:241) meneruskan riwayat Sufyan bin ‘Uyainah dari Al-Zuhri dan Abu Salamah.

JINTAN HITAM telah diakui manfaatnya oleh dunia timur maupun barat. Hadits Shahih menegaskan kepada para penderita dan ahli kesehatan untuk menggunakan HABBATUS SAUDA dalam setiap terapinya. Tidak tidak alasan bagi para pelayan kesehatan untuk tidak memahami atau tidak ingin memahami tentang ilmu pengobatan nabi.

Hasil riset  membuktikan bahwa habbatus sauda sangat bermanfaat untuk

Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Penelitian yang lebih dari satu dekade lalu menyimpulkan bahwa jika Habbatus sauda’ digunakan sebagai bahan dasar, maka dapat memberikan pengaruh penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya. Efek antibiotic dan
antivirus
yang terkandung dalam Habbatus sauda’ telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam akibat infeksi virus. Habbatus Sauda mampu melawan penyakit secara alami sehingga efek samping apabila menggunakan obat-obatan sintetis dapat dihindari.
Pada tahun 1986, Drs. El-Kadi dan Kandil memimpin sebuah studi dengan beberapa relawan untuk menguji efektifitas Habbatus Sauda sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh alamiah. Kelompok relawan pertama mengkonsumsi kapsul Habbatus Sauda (2x sehari 1 gram) selama empat minggu dan kelompok kedua tidak mengonsumsi kapsul Habbatus Sauda (mengkonsumsi placebo) dan berfungsi sebagai kelompok pengontrol.
Sebelum dan sesudah pemakaian selama empat minggu, para relawan itu dihitung jumlah limpositnya. Setelah empat minggu, relawan yang mengkonsumsi Habbatus Sauda mengalami peningkatan 72% dalam menekan rasio T-cell, yang berfungsi sebagai pembunuh sel secara alamiah. Kelompok yang mengkonsumsi placebo hanya meningkat 7%. Mereka melaporkan “Mungkin penemuan ini termasuk salah satu penemuan besar karena Habbatus Sauda ternyata mempunyai peranan penting dalam penyembuhan kanker, AIDS, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.” Hasil ini diperkuat dengan studi yang dipublikasikan dalam Saudi Pharmaceutical Journal Tahun 1993 oleh Dr. Basil Ali dan rekan-rekannya dari College of Medicine, King Faisal University.
Pada bidang penelitian AIDS, tes dilakukan oleh Dr. Haq pada relawan di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medisa di Riyadh, Saudi Arabia (1997) menunjukkan bahwa Habbatus Sauda meningkatkan rasio antara T-cell positif dan negative menjadi 55% dengan 30% aktivitas pembunuh sel alamiah.
Habbatus Sauda adalah cara pengobatan yang sudah teruji untuk berbagai macam penyakit, tanpa efek samping. Seperti kita ketahui sistem kekebalan melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur dan organisme-organisme berbahaya lainnya. Bakteri, virus, jamur dan organisme-organisme tersebut masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir.
Racun pada makanan, lingkungan dan sistem dapat menyebabkan penurunan aktivitas kekebalan tubuh. Jika fungsi kekebalan melemah, maka tubuh tidak bisa menghindari infeksi dan serangan penyakit. Habbatus Sauda membantu dalam poses penyembuhan karena memiliki peranan yang penting dalam menguatkan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kemampuan Habbatus Sauda dalam mengobati penyakit adalah sungguh nyata. Tanaman Habbatus Sauda mampu menstabilkan dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Setiap hari tubuh kita diserang oleh berbagai macam mikroorganisme dan bibit penyakit (pathogen), terutama dari jenis bakteri, virus, dan jamur.
Secara normal, kita tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena kita memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang berfungsi secara efisien. Sistem kekebalan tubuh yang sehat bereaksi untuk melawan serangan dari luar. Tetapi jika pertahanan tubuh kita tidak berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang lama, maka akan membuat bibit penyakit memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh kita. Bibit-bibit penyakit yang menemukan basis pertahanan yang cocok, dapat menimbulkan resiko infeksi dan penyakit lainnya.
Melemahnya sistem kekebalan dapat timbul akibat tekanan psikologi yang keras atau stress yang berkelanjutan. Sedikitnya frekuensi olah raga, diet yang tidak seimbang, obat-obatan, alkohol, rokok, radiasi, dan polusi, juga menjadi salah satu bagian yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat mengakibatkan:
  • Mudah terjangkit infeksi
  • Kudis dan iritasi berat pada kulit seperti neurodermatitis
  • Timbulnya masalah pada pencernaan, diare, berkurangnya berat badan secara signifikan
  • Penyembuhan secara berulang-ulang dan rasa sakit yang tidak terdeteksi
Hal yang harus diperhatikan bahwa Habbatus Sauda ini harus dijadikan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh untuk kesehatan dan idealnya harus dijadikan sebagai gaya hidup setiap hari. Dengan cara ini, banyak nutrisi dan kepentingan penyembuhan yang terkandung pada biji Habbatus Sauda dapat membantu sistem kekebalan tubuh, menyuplainya dengan sumber daya yang optimum yang dibutuhkan untuk mencegah untuk melawan penyakit.
Anti-Histamin
Histamin adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang kadang menimbulkan reaksi alergi dan berhubungan dengan asma bronchitis.
Pada tahun 1960, ilmuwan Badr-El-Din dan Mahfouz menemukan bahwa dimmer dithymoquinone diisolasi dari minyak volatile Habbatus Sauda, dengan nama “Nigellone” dan dipakai melalui mulut untuk beberapa pasien yang menderita asma bronchitis, yang ternyata mengurangi gejala pada sebagian besar pasien. Hasil penelitian selanjutnya, crystalline nigellone diberikan pada anak-anak dan orang dewasa dalam penyembuhan asma bronchitis dengan hasil yang efektif dan tanpa efek samping, seperti keracunan. Setelah diteliti, bagaimanapun juga, meskipun efektif, crystalline nigellone menunjukkan reaksi penghambatan.
Pada tahun 1993, Nirmal Chakravarty,M.D., memimpin sebuah studi untuk mengetahui apakah penghambatan ini merupakan pengaruh dari penemuan bahwa mekanisme sistem dibalik efek supresi dari crystalline nigellone pada histamine adalah bahwa crystalline nigellone memiliki protein kinase C, substansi yang dikenal dengan pemicu untuk melepaskan histamine.
Sebagai tambahan, studinya menunjukkan crystalline nigellone sebagai penghambat pada histamine. Hipotesanya ternyata benar. Studi Dr Chakravarty’s bahwa crystalline nigellone menurunkan pelepasan kalsium pada sel-sel penyangga yang juga melepas histamine. Manfaat hasil tersebut adalah bagi mereka yang menderita asma bronchitis dan penyakit alergi lainnya dapat memanfaatkan crystalline nigellone.
Anti-Tumor
Studi tentang potensi Habbatus Sauda terhadap anti tumor dilakukan oleh pusat penelitian Amala Research Center di Amala Nagar, Karala (India) pada Tahun 1991 mengacu pada pendapat Dr. Chakravarty untuk memanfaatkan Habbatus Sauda dalam pengobatan kanker.
Hasil dari suatu penelitian mengungkapkan bahwa Habbatus Sauda menstimulasi sumsum tulang dan kekebalan sel serta produksi interferon, melindungi tubuh dari serangan virus, menghancurkan sel tumor, dan menghalangi adanya infeksi. Penelitian ini juga menyatakan bahwa minyak yang terkandung dalam Habbatus Sauda mempunyai sifat antibiotic, dan dari tes laboraturium mengindikasikan bahwa Habbatus Sauda dapat dipercaya sanggup melawan sel kanker.
Minyak dalam Habbatus Sauda mengandung zat yang tepat untuk pengobatan kanker serta pencegahannya. Peneliti menemukan bahwa sistem kekebalan yang sehat dapat mengenali sel tumor sebelum membahayakan sel lain dan merusaknya. Habbatus Sauda membantu mengontrol tumor dengan banyak cara, yaitu :
  • Menstimulasi produksi sel sumsum tulang
  • Meningkatkan produksi sel imun/kekebalan
  • Meningkatkan produksi interferon
  • Sel tubuh mempunyai perlindungan yang lebih baik dalam melawan pengaruh hal-hal yang membahayakan
Sel tumor dihancurkan menggunakan asam lemak derivan Habbatus Sauda, studi dengan menggunakan tikus Swiss albino menunjukkan bahwa sistem aktif ini menghambat perkembangan jumlah sel kanker yang disebut dengan Ahrlich ascites carcinoma (EAC). Tipe sel kanker umum yang kedua, yang juga dipakai adalah Dalton’s lymphoma ascites (DLA).
Tikus yang mendapatkan sel EAC dan Habbatus Sauda menunjukkan keadaan yang normal tanpa adanya tumor, menunjukkan bahwa secara aktif 100% mencegah perkembangan tumor EAC.
Hasil pada tikus yang menerima sel DLA dan Habbatus Sauda menunjukkan bahwa sistem aktifnya telah menghambat perkembangan tumor hingga 50% lebih baik daripada tikus yang tidak mendapat sistem aktif tersebut.
Studi tersebut menyimpulkan, “Itu adalah bukti sistem aktif tersebut mengisolasi dari Habbatus Sauda sebagai penghambat anti-tumor, dan rantai panjang konstituen asam lemak mungkin sebagai komponen aktifnya.
Anti-Bakteri
Pada Tahun 1989, dibuat laporan dalam Pakistan Journal of Pharmacy tentang manfaat anti-jamur dari minyak volatile dari Habbatus Sauda. Pada Tahun 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, memimpin sebuah studi aktivitas anti bakteri minyak volatile Habbatus Sauda dengan lima macam histamine : ampicillin, tetracycline, cotrimoxazole, gentamicin, dan Asam Nalidixic.
Minyak Habbatus Sauda terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V.cholera, E.coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp, kecuali Shigella dysentriae. Kebanyakan keluarga Shigella menunjukkan pertumbuhan daya tahan yang cepat terhadap histamin yang biasa dipakai bahkan dengan menggunakan kemoterapi.
Secara singkat hasil penelitian-penelitian tersebut menyatakan, ada hal yang menarik bahwa Habbatus Sauda juga sering dipakai untuk mengobati gangguan sistem pencernaan. Secara tradisional, Habbatus Sauda masih digunakan untuk mengobati diare dan muntah-muntah, juga perut mulas, dan juga mengatasi keluhan dalam pemakaian obat pencahar (seperti:beberapa obat pencahar, buah-buahan, seperti Aprikot terlalu banyak)
Obat Luka Radang
Diawal tahun 1960, Professor El-Dakhakny melaporkan bahwa minyak Habbatus Sauda memiliki kemampuan meredakan radang dan sangat berguna untuk mengobati radang sendi.
Pada tahun 1995, sekelompok ilmuwan di Pharmacology Research laboratories, Department of Pharmacy, Kings College, lond, memutuskan untuk melakukan sebuah tes efektivitas minyak Habbatus Sauda dan derivannya thymoquinone. Studi mereka menyarankan bahwa sistem dalam minyak turut serta dalam meningkatkan reaksi meredakan radang dalam sel.
Para ilmuwan berspekulasi bahwa asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam Habbatus Saudalah yang mungkin meningkatkan efektivitas minyak tersebut. Pada Tahun 1997, banyak studi dilakukan di Microbiological unit of the Research Center, College of Pharmacy, King saud University, Riyadh, Saudi Arabia, dan menemukan bahwa dalam bentuk salep, efektivitas Habbatus Sauda tidak menimbulkan alergi.
Meningkatkan Produksi Susu pada Ibu Menyusui
Sebuah studi yang dilakukan oleh Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa Minyak Habbatus Sauda meningkatkan kadar susu bagi ibu menyusui. Sumber literature dari University of Protchefstroom (1989), termasuk abstraksi biologi, yang berhubungan dengan kemampuan Habbatus Sauda dalam meningkatkan air susu bagi ibu yang menyusui dapat ditunjukkan dengan kombinasi lipid portion dan struktur histamin dalam Habbatus Sauda.

overview tentang gamat

Gamat/Teripang adalah binatang berkulit lunak dari kelas Holothuroidea. Mereka adalah hewan laut dengan kulit kasar dan tubuh memanjang berisi satu, gonad yang bercabang. Teripang ditemukan di dasar laut di seluruh dunia. Ada sejumlah spesies holothurian dan genera, yang banyak dikonsumsi oleh manusia.
Seperti semua echinodermata, teripang memiliki endoskeleton tepat di bawah kulit, struktur berkapur yang biasanya dikurangi menjadi ossicles mikroskopis terisolasi (atau sclerietes) tergabungkan oleh jaringan ikat. Dalam beberapa spesies ini kadang-kadang dapat diperbesar untuk pelat rata, membentuk sebuah baju besi. Dalam spesies Pelagisseperti Pelagothuria natatrix (Order Elasipodida, keluarga Pelagothuriidae), tidak memiliki skeleton dan cincin calcareous.
Teripang berkomunikasi satu sama lain dengan mengirimkan sinyal hormon melalui air. Sebuah fitur yang luar biasa dari hewan ini adalah kolagen yang membentuk dinding tubuh mereka. Kolagen ini dapat dikendurkan dan dikencangkan, dan jika hewan ini ingin masuk melalui celah kecil, dia dapat mencairkan tubuhnya dan menuangkan dirinya ke dalam lubang yang sempit. Untuk menjaga diri aman dalam celah-celah dan lubang, teripang menggabungkan semua serat kolagen yang dia miliki untuk membentuk tubuhnya lagi.
Teripang
Klasifikasi Ilmiah
KerajaanAnimalia
FilumEchinodermata
SubfilumEchinozoa
KelasHolothuroidea
de Blainville , 1834
Mereka dapat ditemukan dalam jumlah besar di dasar laut dalam, di mana mereka sering membuat sebagian dari biomassa hewan. Pada kedalaman lebih dari 5,5 mil (8,8 km), teripang terdiri 90% dari total massa makrofauna. Teripang membentuk kelompok besar yang bergerak melintasi fitur bathygraphic laut, berburu makanan. Tubuh beberapa holothurians air dalam terbuat dari jaringan gelatinosa tangguh dengan sifat-sifat unik yang membuat binatang mampu mengendalikan daya apung mereka sendiri, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk hidup baik di dasar laut atau mengapung di atasnya untuk pindah ke lokasi baru dengan energi yang minimal. Contohnya adalahEnypniastes eximia, Leander Peniagone dan Paelopatides confundens.
Di perairan yang lebih dangkal, teripang dapat membentuk populasi padat. Teripang stroberi (Squamocnus brevidentis) di Selandia Baru tinggal di dinding berbatu di sekitar pantai selatan South Island di mana kadang-kadang mencapai populasi kepadatan 1.000 ekor per meter persegi. Untuk alasan ini, salah satu area seperti ini di daerah Fiordland biasa disebut ladang stroberi.
ANATOMI
Teripang biasanya memiliki panjang 10 sampai 30 cm (3,9-12 inch), meskipun spesies yang terkecil hanya sepanjang 3 milimeter (0,12 inch), dan terbesar bisa mencapai 1 meter (3.3 kaki). Bentuk tubuhnya dari yang berbentuk bulat saja hingga yang berbentuk seperti cacing, dan tidak memiliki lengan sebagaimana ditemukan dalam echinodermata lainnya, seperti bintang laut. Bagian ujung anterior (depan), mengandung mulut, sesuai dengan kutub oral echinodermata lainnya (yang, dalam banyak kasus, adalah bagian bawah), sedangkan bagian belakang, yang mengandung anus, sesuai dengan tiang aboral. Dengan demikian, dibandingkan dengan echinodermata lainnya, teripang bisa dikatakan berbaring di sisi mereka.
REPRODUKSI & SIKLUS HIDUP
Kebanyakan teripang bereproduksi dengan mengeluarkan sperma dan ovum ke dalam air laut. Tergantung pada kondisi, satu organisme dapat menghasilkan ribuan gamet. Teripang biasanya dioecious, dengan individu jantan dan betina yang terpisah, tapi beberapa jenis ada yang protandric. Sistem reproduksi terdiri dari satu gonad, yang terdiri dari sekelompok tubulus bermuara ke saluran tunggal yang terbuka pada permukaan atas binatang itu, dekat dengan tentakel.
Setidaknya ada 30 spesies, termasuk teripang dada-merah ( Pseudocnella insolens), membuahi telur mereka secara internal dan kemudian mengambil zigot yang sudah dibuahi dengan salah satu tentakel yang mereka gunakan untuk makan. Telur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong di tubuh teripang dewasa, di mana ia berkembang dan akhirnya menetas dari kantong sebagai mentimun laut remaja. Beberapa spesies diketahui mengerami  anak mereka yang masih muda di dalam rongga tubuh, melahirkan melalui celah kecil pada dinding tubuh di dekat anus.
Dalam semua spesies lain, telur berkembang menjadi sebuah larva yang berenang bebas, biasanya setelah sekitar tiga hari perkembangan. Tahap pertama perkembangan larva dikenal sebagai auricularia, dan panjangnya hanya sekitar 1 milimeter (0,039 inch). Larva ini berenang dengan menggunakan sebuah pita panjang cilia yang membungkus tubuhnya, dan agak menyerupai bipinnaria, larva bintang laut. Dalam perkembangannya, larva berubah menjadi doliolaria, dengan tubuh berbentuk barel dan memiliki tiga sampai lima silia. Tentakel biasanya fitur pertama yang muncul pada teripang dewasa, sebelum kaki tabung biasa.