Para praktisi pengobatan alami
menggunakan propolis untuk menghilangkan berbagai kondisi, termasuk
radang, penyakit yang disebabkan oleh virus, bisul, luka bakar dangkal
atau luka bakar.
Propolis juga diyakini untuk
meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan
mengurangi kemungkinan katarak. Peternak lebah dahulu merekomendasikan
sepotong propolis disimpan dalam mulut sebagai obat untuk sakit
tenggorokan. Propolis lozenges dan tingtur dapat
dibeli di banyak negara. Meskipun telah diklaim bahwa propolis
bermanfaat dalam mengobati alergi, propolis dapat menyebabkan reaksi
alergi parah jika pengguna sensitif terhadap lebah atau produk lebah.
Beberapa klaim ini sedang diselidiki
secara klinis dan beberapa studi sudah diterbitkan dalam literatur
biomedis. Karena komposisi kimia propolis bervariasi tergantung pada
musim, spesies lebah dan lokasi geografis, maka harus berhati-hati dalam
ekstrapolasi hasil (seperti di atas).
- Suplementasi; mengandung zat-zat yang
dibutuhkan untuk membangun kekebalan tubuh dan mengaktifkan kelenjar
Thymus. Zat-zat tersebut adalah :
- Semua vitamin kecuali vitamin K
- Semua mineral yang dibutuhkan tubuh kecuali Sulfur.
- 16 rantai Asam Amino Essensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.
- Bioflavonoid, yaitu zat anti oksidan sebagai suplemen sel. Menurut penelitian, kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.
- Pengobatan alami; mengandung zat aktif yang
berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi
pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :
- Sebagai antibiotik, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
- Penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya : typhus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
- Penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
- Penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.
- Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya : maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, lebam, luka bakar dan sebagainya.
- Sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : kanker tumor, mium, kista dan sebagainya.
- Sebagai Antimikroba, Tergantung pada komposisinya, propolis dapat digunakan sebagai antibiotik lokal dan antijamur yang kuat.
- Sebagai Pelunak, Studi juga menunjukkan bahwa hal itu mungkin efektif dalam merawat kulit terbakar.
- Sebagai Imunomodulator, Propolis juga menunjukkan efek imunomodulator.
- Sebagai Agen Antiplaque Gigi, Propolis adalah subjek penelitian kedokteran gigi baru-baru ini, karena ada beberapa bukti bahwa propolis secara aktif dapat melindungi terhadap karies dan bentuk lain dari penyakit mulut, karena sifat antimikroba tersebut. Propolis juga dapat digunakan untuk mengobati sariawan. Penggunaannya dalam kanal debridemen untuk prosedur endodontik telah dieksplorasi di Brasil.
- Sebagai Agen Pertumbuhan Antitumor, Menggunakan Propolis dalam menghambat tumorigenesis telah dipelajari pada tikus di Jepang.
- Berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi atau pembuangan racun, misalnya: asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus dan sebagainya.
- Lemak-lemak (katarak) di mata bersih dengan propolis.
Manfaat Komersial
- Dalam Instrumen Musik, Propolis digunakan oleh pembuat alat musik tertentu untuk meningkatkan tampilan serat kayu. Ini adalah komponen dari beberapa pernis dan telah dilaporkan digunakan oleh Antonio Stradivari.
- Dalam Makanan, Propolis digunakan oleh beberapa produsen permen karet untuk membuat Propolis Gum.
Pendapat Para Ahli
Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain :- John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
- Ray Kupinsel; propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
- Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
- Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.
- Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
- Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
- Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluwarsa.
Penyakit Berat
Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat.
Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis â bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).
Dari 100 mencit yang diinfeksi M.
tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid â obat
antituberculosis â 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan
peningkatan kadar interferon γ . Interferon γ berperan mengaktifkan
sel makrofag yang membunuh bakteri TBC.
Mencit yang hanya diberi Isoniasid
mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12.
Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis
800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.
Propolis berperan meningkatkan kekebalan
penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar
bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan
propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru
akibat serangan bakteri.
âPropolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki kemampuan antikanker,â tutur Eko.
Kanker
Dugaan Eko tidak meleset. Berdasar riset
yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT)
UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel
kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel
kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 â 41 µg/ml. Artinya,
propolis dosis 20 â 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel
kanker dalam kultur.
Itu sejalan dengan penelitian dr Woro
Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK
UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker
dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul
atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi â penggandaan
â sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih
rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar,
doksorubisin. âSehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat
antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek
samping minimal,â ujar Woro.
Polifenol dan flavonoid, sebagian
senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat
proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi
UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat
protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase
ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan
apoptosis alias membuat program bunuh diri.
âSenyawa golongan flavonoid dan
polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan
antitrombositopenia,â kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian
Farmakologi & Toksikologi FK UGM.
Penelitian tim FK UGM menunjukkan
sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada
mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei â salah satu parasit penyebab
malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan
juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari
pemberian.
Aman
Khasiat lain propolis yang sudah
dibuktikan lewat riset yaitu efek antimikrobanya. Uji yang dilakukan Eko
pada 2007 menunjukkan propolis mampu membunuh 26 isolat bakteri
Staphylococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan
serta Escherichia coli penginfeksi saluran pencernaan. Propolis dosis
10% dan 20% mampu membunuh seluruh sampel kedua jenis bakteri.
Penelitian serupa oleh Dr Jessie Pamudji
di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung membuktikan efek
antibakteri propolis terhadap S. aureus dan Propionibacterium acnes â
biang jerawat. âItu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat
antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin, dan asam
kafeat,â ujar Jessie.
Yang terpenting, riset membuktikan
propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra Mulyati
Sarto, MSi dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah. âMencit
yang diberi propolis tiap hari selama 1 bulan dengan dosis normal,
fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus, tidak bermasalah,â
ujarnya.
Dosis normal yang dimaksud setara 1
sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia.
Propolis baru menyebabkan kematian separuh jumlah hewan uji ada dosis
di atas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot
60 kg, dosis itu setara konsumsi 0,6 kg propolis setiap hari. Artinya,
keampuhan dan keamanan propolis telah terbukti.
Sumber : Majalah Trubus & beberapa literatur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar